Kawasan geologi dengan keunikan  morfologi gumuk pasir yang khas berskala Internasional dan yang terbentuk oleh sistem proses geologi modern pada Masa Gunungapi Merapi. Gumuk Pasir Parangtritis merupakan rekaman gunungapi tua Old Andesite Formation (OAF) dan sistem hidrotermal aktif.


Kenampakan dari Dekat, Situs Gumuk Pasir Parangtritis


Posisi Kawasan Geologi Parangtritis dalam Peta Geologi Kabupaten Bantul dan Sekitarnya, modifikasi dari Rahardjo dkk (1995) dan Surono dkk (1992). Kawasan ini mencakup beberapa satuan meliputi Endapan Aluvial (Qa), Endapan Gunungapi Merapi Muda (Qmi), dan Formasi Nglanggran (Tmng).

Situs Gumuk Pasir Parangtritis berada di Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada koordinat 8° 1' 3,99" Lintang Selatan dan 110° 19' 12,8" Bujur Timur. Lokasi geosite ini berdekatan dengan objek pariwisata Pantai Parangtritis atau ± 28 kilometer dari Kota Yogyakarta.

Kawasan Parangtritis adalah kawasan yang sebagian besar disusun oleh endapan permukaan yang berumur Kuarter dengan beberapa singkapan batuan gunungapi yang berumur Tersier. Endapan situs Gumuk Pasir Parangtritis terdiri dari breksi andesit yang membentuk morfologi tebing dan perbukitan di sebelah timur Pantai Parangtritis yang termasuk dalam Formasi Nglanggran, intrusi andesit, dan Lava Parangkusumo. 

Breksi andesit yang diselingi oleh aliran lava berkomposisi andesit mempunyai struktur lempeng dan telah terlapukkan, serta telah teralterasi (hidrotermal) dengan ditemukannya mineral ubahan berupa klorit dan serisit. Menurut Idral dkk (2003), Lava Parangkusumo berupa lava basaltik, terdapat kekar-kekar  yang menunjukkan struktur aliran lava serta diselingi retas Andesit hornblende berstruktur kekar lempeng. Batuan ini telah berubah dengan hadirnya mineral klorit dan kalsit. tersingkap baik di daerah Parangkusumo. Selingan lava Andesit Hornblende sebagai paska efusif lava Basal berperan penting sebagai indikasi parameter pembentukan sumber panas di kedalaman daerah panas bumi Parangtritis.

Fenomena yang paling menjadi perhatian adalah terdapatnya peristiwa geologi modern yang sangat langka berupa gumuk pasir pada wilayah ini. Terbentuknya gumuk pasir tersebut merupakan hasil dari proses yang dipengaruhi oleh angin, material Gunung Merapi, Graben Bantul, Serta Sungai Opak dan Sungai Progo yang membawa material dari Gunung Merapi. Adapun proses pembentukan Gumuk Pasir Parangtritis adalah sebagai berikut:

  • Sumber utama material pasir berasal dari Gunung Merapi

  • Transportasi material pasir oleh sistem aliran sungai Kali Opak dan Kali Progo

  • Gelombang laut menyebarkan pasir di sepanjang Pantai Parangtritis sampai Kulon Progo.

  • Angin dari arah tenggara yang relatif konstan dibantu dengan terdapatnya tebing terjal dan kuat akibat pengaruh benturan tebing menerbangkan pasir ke daratan membentuk morfologi gumuk pasir yang khas (terutama tipe Barchan)

  • Dinamika air di sungai, dinamika ombak di pantai dan dinamika angin menyebabkan terpilihnya pasir membentuk endapan pasir yang kaya mineral bijih magnetit, hematit dan ilmenit; mineral berat meta stabil: piroksen dan amfibol; disamping itu juga kuarsa, feldspar, butiran andesit dan butiran batugamping. Konsentrasi mineral mineral tersebut membentuk aneka warna pasir dari hitam sampai cerah.

Selain peristiwa geologi modern berupa gumuk pasir, di Wilayah ini juga terdapat suatu aktifitas modern, dalam artian proses ini masih berlangsung hingga sekarang yaitu sistem hidrotermal aktif yang salah satunya tercermin dari terdapatnya mata air panas di Parang Wedang. Mata air panas Parang Wedang dikontrol oleh struktur sesar Parangkusumo yang berarah barat laut-tenggara yang keberadaannya juga ditunjang oleh anomali geofisika. 

Tidak lengkap rasanya jika dalam belajar ilmu kebumian hanya mengungkap apa yang telah terjadi di masa lampau tanpa melirik  peristiwa geologi yang sekarang sedang berlangsung. Disamping Lava Parangkusumo dan batuan gunungapi yang berumur Tersier, di Kawasan Geologi Parangtritis terdapat suatu fenomena geologi yang masih berlangsung hingga sekarang dan sangat menakjubkan berupa gumuk pasir (sand dunes). Selain gumuk pasir yang menjadi perhatian utama, sistem geothermal aktif dengan manifestasi berupa mata air panas Parang Wedang menjadikan wilayah ini semakin kuat sebagai primadona di DIY untuk wilayah geologi dengan proses-proses geologi yang masih berlangsung saat ini.

Gumuk Pasir Parangtritis erat kaitannya dengan keragaman budaya (cultural diversity) situs budaya Parangkusumo. Pada situs Parangkusumo, berlangsung upacara Labuhan Parangkusumo yang dilakukan satu kali setiap tahunnya. Selain karena keunikan secara geologi situs Gumuk Pasir Parangtritis memiliki keindahan bentang alam yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan mengembangkan situs ini sebagai objek geowisata. 

Selain sebagai situs kebudayaan dan objek geowisata Gumuk Pasir Parangtritis memiliki beberapa fungsi. Fungsi yang dimiliki adalah fungsi ekologi sebagai tempat berkembangnya flora dan fauna yang khas di Gumuk Pasir, fungsi perlindungan abrasi pantai dan mitigasi bencana tsunami, dan fungsi sebagai akuifer air tawar


 


A) Indeks lokasi Kawasan Geologi Parangtritis. B) Bentang alam Pantai Parangtritis, memperlihatkan singkapan berupa breksi vulkanik yang termasuk ke dalam Formasi Nglanggeran. C) Singkapan lava basaltik Parangkusumo. D) Fenomena geologi modern berupa sand dunes / gumuk pasir. E) Keberadaan sumber air panas Parang Wedang yang mencerminkan suatu sistem hidrotermal aktif.