Mengenal Potensi Geopark Maros Pangkep: Inspirasi untuk Pengelolaan Geopark Jogja

Maros, Geopark Jogja - Badan Pengelola (BP) Geopark Jogja pada tanggal 13 Juni 2023 berangkat menuju UGGp Maros Pangkep untuk menjalin kemitraan dan studi pengelolaannya. BP Geopark Jogja berada di UGGp Maros Pangkep selama dua hari.
Hari pertama diisi dengan diskusi dan kemitraan antara BP Geopark Jogja dan BP UGGp Maros Pangkep. Diskusi ini diadakan di Kantor Sekretariat BP UGGp Maros Pangkep di kantor Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Prov. Sulawesi Selatan. Banyak hal yang dibahas, utamanya tentang pengelolaan UGGp Maros Pangkep. Acara yang berlangsung hingga malam hari ini kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara Kemitraan.
Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan mengunjungi beberapa lokasi, seperti Pusat Informasi UGGp Geopark Maros, Geosite Sumpang Bita dan Geosite Rammang-Rammang. Geosite Sumpang Bita merupakan daerah perbukitan karst yang termasuk formasi Tonasa yang berumur 50-15 juta tahun yang lalu. Pada kawasan ini terdapat situs arkeologis berupa lukisan dinding, artefak batu, cangkang mollusca, fragmen gerabah serta fragmen tulang dan gigi. Lukisan dinding berbentuk cap tangan dalam berbagai ukuran, cap kaki anak-anak, gambar menyerupai babi rusa dalam berbagai ukuran serta sebuah gambar/lukisan menyerupai perahu. Lukisan – lukisan tersebut berwarna merah dan sebagian besar ditemukan pada dinding sisi kiri gua. Selanjutnya, Geosite Rammang-Rammang yang merupakan perbukitan karst yang memiliki gejala geologi lain seperti gua berlian, kingkong stone dan padang amarrung. Budaya yang masih dipegang oleh masyarakat kawasan Rammang-rammang ialah “mallopi” atau naik perahu. Hal ini dikarenakan kawasan ini juga dikelilingi oleh sungai yang disebut Sungai Pute’ yang menjadi jalur transportasi bagi masyarakat.
Dengan kegiatan yang dilakukan BP Geopark Jogja di UGGp Maros Pangkep diharapkan pengelolaan Geopark Jogja dapat semakin lebih baik lagi.
