Geoproduk
Dalam istilah yang lebih umum, geoproduk dapat dijelaskan sebagai produk-produk yang dihasilkan oleh suatu wilayah geosite yang memiliki hubungan dengan konteks lingkungan geosite, dengan tujuan mendukung perekonomian masyarakat. Contoh konkret dari geoproduk ini adalah produk-produk UMKM yang berkembang di area geosite. Geoproduk ini bisa berupa oleh-oleh, keanekaragaman biologi, maupun budaya.
Beberapa penelitian telah dilakukan untuk memahami definisi geoproduk. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Rodrigues (2017), geoproduk adalah produk tradisional yang inovatif yang terkait dengan keanekaragaman hayati, dan merupakan strategi promosi identitas lokal yang dapat menjadi cara untuk "membawa Geopark pulang". Sedangkan menurut Farsani (2010), geoproduk adalah jenis produk yang terkait dengan geopark atau geowisata secara umum, yang meliputi kerajinan tangan dan produk lokal lainnya. Produk-produk ini aktif berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal dan juga meningkatkan kesadaran akan nilai-nilai geodiversitas, keanekaragaman hayati, dan budaya.
Secara umum, geoproduk dapat dibagi menjadi dua kategori yaitu produk alam dan produk olahan. Setiap geoproduk harus memiliki keunikan dan mencerminkan karakteristik dari geosite yang bersangkutan. Geopark Jogja menggunakan klasifikasi yang lebih spesifik untuk menggolongkan geoproduk ke dalam beberapa jenis berikut:
Geo-Food
Ini adalah geoproduk berupa makanan olahan khas dari wilayah geosite tertentu.
Geo-Agro
Merupakan geoproduk alami yang meliputi hasil bumi seperti sayuran dan buah-buahan.
Geo-Craft
Merupakan geoproduk yang terdiri dari kerajinan tangan atau produk fabrikasi yang dibuat oleh masyarakat lokal.
Geo-Fashion
Ini adalah geoproduk berupa pakaian dan aksesoris yang mencerminkan karakter geosite.
Geo-Activity
Merupakan geoproduk yang tidak berwujud atau berupa serangkaian kegiatan khusus yang menggambarkan karakteristik geosite tersebut.