
Tentang Geopark Jogja
Warisan geologi, hayati, dan budaya Daerah Istimewa Yogyakarta
Geopark Jogja
Geopark Jogja adalah kawasan warisan geologi Daerah Istimewa Yogyakarta yang meliputi berbagai situs warisan bumi dengan nilai geologi, hayati, dan budaya tinggi. Kawasan ini mencakup wilayah dari pesisir Pantai Selatan hingga perbukitan karst dan lereng gunung berapi di bagian utara.
Tagline budaya Geopark Jogja, "Hamemayu Hayuning Bawana Kapurba Waskithaning Manungsa", mencerminkan filosofi keselarasan manusia dengan alam yang telah menjadi fondasi peradaban Yogyakarta selama berabad-abad.

Hamemayu Hayuning Bawana
Kapurba Waskithaning Manungsa
Memperindah keindahan dunia, dibimbing oleh kebijaksanaan manusia, filosofi harmoni antara manusia, alam, dan semesta.
Tiga Pilar Geopark
Warisan Geologi
Batuan berumur jutaan tahun, morfologi karst, goa vertikal, gumuk pasir, dan sungai bawah tanah yang membentuk lanskap unik Yogyakarta.
Warisan Hayati
Keanekaragaman hayati ekosistem karst, hutan mangrove, fauna goa, dan spesies endemik yang dilindungi di kawasan geopark.
Warisan Budaya
Situs arkeologi prasejarah, tradisi Jawa, kerajinan Adiloka, dan kearifan lokal masyarakat yang hidup harmonis dengan alam.
Tonggak Sejarah
2018
Geopark Jogja (Geoheritage DIY) ditetapkan sebagai geopark daerah oleh Pemerintah DIY.
2020
Penetapan sebagai Geopark Nasional oleh Kementerian ESDM.
2023
Pengembangan sistem pengelolaan dan digitalisasi informasi geoheritage.
2026
Peluncuran sistem informasi digital terintegrasi Geopark Jogja.
Maskot Geopark Jogja
DIJO adalah maskot resmi Geopark Jogja, representasi semangat eksplorasi, keingintahuan, dan kecintaan terhadap warisan bumi.
