Fakta Kunci
Formasi sedimen tertua di Yogyakarta — batuan Eosen berusia 34–56 juta tahun
Kaya fosil foraminifera dan moluska laut yang menjadi penanda usia regional
Titik referensi stratigrafi penting untuk riset geologi seluruh Pulau Jawa
Batuan tua berumur Eosen merupakan batuan yang sangat jarang dijumpai di Pulau Jawa. Di Jawa, batuan ini dapat dijumpai di Ciletuh-Jawa Barat, Karangsambung, Naggulan dan Bayat-Jawa Tengah. Di Nanggulan-Kulon Progo batuan ini muncul di sisi timur pegunungan vulkanik Tersier Kulon Progo. Kemunculan batuan Paleogen di bagian selatan Jawa Tengah, namun salah satu lokasinya ada di Nanggulan-Kulon Progo dimana dijumpai batuan sedimen Paleogen tertua berumur Eosen Tengah. Penyusun Formasi Nanggulan berupa batupasir, napal dan batulempung yang berumur Eosen. Penyusun Formasi Naggulan mulai dari bawah adalah batupasir konglomeratan dengan fragmen batuan beku dan kuarsa, batupasir, batulempung sisipan batubara, batugamping dan batupasir kuarsa. Pada lapisan batupasir konglomeratan bagian bawah dijumpai fosil moluska, sedangkan pada lapisan bagian atas terdapat kandungan fosil foraminifera besar yang cukup banyak. Formasi Nanggulan merupakan bagian penyusun Pegunungan Kulon Progo. Formasi Nanggulan merupakan batuan tertua di Pegunungan Kulon Progo dengan lingkungan pengendapan litoral. Litologi penyusunnya terdiri dari batupasir dengan sisipan lignit, napal pasiran, batulempung dengan konkresi limonit, sisipan napal dan batugamping, batupasir, tuf kaya akan foraminifera dan moluska, diperkirakan ketebalannya 350 m. Berdasarkan atas studi foraminifera planktonik, maka Formasi Nanggulan ini mempunyai kisaran umur antara Eosen Tengah sampai Oligosen.
Terkait dengan Geosite Ini
Informasi Kunjungan
Jam Buka & Tiket
Kunjungan ilmiah terbuka. Tidak ada tiket. Bawa palu geologi dan loupe. Pemandu lokal tersedia di balai desa Dekso.
Cara Menuju Lokasi
Dari Yogyakarta ±45 km barat laut via Jl. Wates kemudian ke Kalibawang. Singkapan utama di tepi Sungai Progo kawasan Dekso.




